RZF Software | Professional Application Developer

Apa Itu Supply Chain Manajemen? Pengertian dan Tujuan Melakukannya

Oleh: Admin | 29 Desember 2021 - 08:45 WIB
Apa Itu Supply Chain Manajemen? Pengertian dan Tujuan Melakukannya

Apa yang kamu pikirkan setelah mendengar istilah Supply Chain Manajemen/SCM? Bagi pebisnis yang merintis usaha di industri manufaktur, mendengar istilah supply chain manajemen atau manajemen rantai pasok ini bukan lagi hal yang asing. Karena penerapan supply chain manajemen menjadi kewajiban dalam perusahaan manufaktur, sehingga keberadaannya sangat penting diketahui.

Supply chain manajemen dikenal dalam bidang industri manufaktur yang kegiatan utamanya ialah mengkonvsersi bahan mentah menjadi bahan yang disiapkan untuk konsumen.

Supply chain manajemen ini memiliki lingkup kegiatan yang mencakup banyak, mulai dari mencari bahan baku, mendapatkan bahan baku yang memiliki harga dan kualitas sesuai, dan melakukan pengaturan secara menyeluruh mengenai rantai pasok.

Pengertian Supply Chain Manajemen

Supply Chain Manajemen adalah serangkaian kegiatan yang meliputi koordinasi, persediaan, pengadaan, penjadwalan, pengendalian terhadap produksi dan pengiriman produk ataupun pelayanan jasa kepada konsumen.

Adapun secara singkat Supply Chain Manajemen ini diartikan sebagai mekanisme yang menghubungkan semua pihak yang bersangkutan dan kegiatan yang terlibat dalam mengkonversikan bahan mentah menjadi barang jadi.

Apa Tujuan dari Pemanfaatan Supply Chain Manajemen Pada Bisnis Manufaktur?

Supply Chain Manajemen ini memiliki tujuan yang sangat berpengaruh terhadap bisnis yang dijalankan, tujuan tersebut meliputi beberapa hal diantaranya:

  1. Menjaga Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan merupakan salah satu tujuan dari manajemen rantai pasok pada sebuah bisnis, karena kepuasan pelanggan tersebut menjadi faktor yang akan mempengaruhi nilai penjualan produk, oleh karena itu pentingnya menjaga atau bahkan meningkatkan kepuasan pelanggan.

  1. Memenangkan Persaingan Pasar

Menerapkan supply chain manajemen juga bisa membantu perusahaan dalam memenangkan atau mempertahankan persaingan pasar, sehingga produk Anda akan tetap berada di persaingan pasar.

  1. Meminimalis Biaya Sistem dan Tahapan

Dengan menerapkan SCM perusahaan diharapakan bisa menggunakan modalnya dengan sebaik mungkin tanpa harus membeli bahan yang tidak diperlukan.

Dalam proses manajemen rantai pasok/SCM ini perlu dilakukan secara efektif dan efisien sehingga diperlukan manajemen yang profesional, adapun proses manajemen rantai pasok yang dilibatkan antara lain adalah:

1. Pelanggan (Customer)

Customer ini merupakan mata rantai yang pertama dimana yang memberikan pesanan dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Biasanya customer akan menghubungi departemen penjualan (sales) dengan menginformasikan jumlah produk yang akan dipesannya.

2. Perencanaan (Planning)

Setelah pelanggan membuat pesanan departemen perencana akan mempersiapkan pesanan dan memproduksi barang yang diinginkan atau yang menjadi kebutuhan pelanggan.

3. Pembelian (Purchasing)

Dalam tahap ini biasanya dilakukan oleh deptemen pembelian yang telah menerima perencanaan produksi, dengan menghubungi pemasok untuk melakukan pembelian bahan baku dan bahan pendukung. Departemen pembelian juga akan menerima tanggal penerimaan bahan dan jumlah bahan yang dibeli.

4. Inventory

Kektika barang yang dibeli sudah ada, bahan akan diarahkan langsung menuju pabrik untuk dilakukan pemeriksaan kualitas. Apabila bahan baku dan jumlahnya telah memenuhi standar maka bahan tersebuit akan disimpan di gudang.

5. Produksi

jika bahan dan pendukung lainnya sudah memenuhi standar kebutuhan pesanan pelanggan, baru bahan baku tersebut akan di produksi sesuai dengan yang telah pelanggan pesan.

6. Pengiriman

Tahap ini merupakan tahap yang terakhir setelah proses produksi selesai dan telah melewati proses QC produk akan dikirimkan kepada konsumen melalui kurir pengiriman sesuai tanggal yang diminta oleh pelanggan.

Dalam menerapkan SCM tentunya memiliki beberapa strategi yang akan membantu membangun SCM ini dengan baik. Seperti membangun hubungan yang baik dengan pemasok bahan baku, dengan adanya hubungan baik tersebut akan memperbesar peluang dalam mendapatakan keuntungan.

Selain itu, meningkatkan pelayanan yang baik untuk pelanggan juga sebagai strategi yang perlu diterapkan dalam membangun SCM ini, karena apabila pelanggan merasa puas dengan produk atau layanan yang perusahaan Anda berikan, kemungkinan pelanggan juga akan melakukan pemesanan ulang.

Kesimpulan

Supply Chain Manajemen merupakan indikator penting yang mencakup seluruh rangakian kegiatan mulai dari koordinasi, penyediaan produk, penjadwalan dan pengendalian produksi sampai pengiriman produk atau layanan kepada konsumen.

Diatas merupakan tujuan pemanfaatan supply chain manajemen bagi bisnis yang bisa Anda terapkan pada perusahaan manufaktur Anda. namun dalam mengelola usaha manufaktur bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Apalagi untuk mengetahui perhitungan harga dari bahan baku hingga menjadi bahan siap dijual, perlu kemampan akuntansi yang baik. Jika anda mengalami kesulitan dalam mengelola usaha manufaktur Anda. Cobalah untuk menggunakan software aplikasi manufaktur.

Dalam software aplikasi manufaktur menentukan harga pokok produksi menjadi lebih mudah dan cepat, selain itu aplikasi manufaktur bisa melakukan kontrol persediaan secara otomatis baik dari bahan yang masuk, bahan dalam proses sampai bahan jadi yang siap jual.

RZF manufaktur merupakan aplikasi pengelola keuangan dengan fitur terlengkap, yang didesain untuk membantu mengelola usaha manufaktur Anda menjadi lebih mudah.

Artikel Lainnya

Beberapa produk yang telah kami kembangkan. Memahami komunikasi sebuah bisnis, ide serta produk dengan strategi untuk pemasaran bisnis Anda berdasarkan pengalaman dari klien kami.